Transmisi Citra Pada Perangkat Jaringan Sensor Visual Nirkabel Platform Imote2 Berbasis IEEE 802.15.4 ZigBee Embedded Linux 3

in blurtindonesia •  9 months ago 

sebelumnya

4.3.3 Konfigurasi Startup

Langkah terakhir untuk implementasi testbed adalah agar kedua Imote2 saat dihidupkan menyiapkan driver Tosmac untuk radio dan transmitter saat dihidupkan selalu siap untuk menerima perintah dari receiver. Penelitian ini menggunakan radio yang telah disiapkan pada penelitian sebelumnya. Untuk melakukan hal ini ditaruh 2 file startup di “/etc/rc2.d/”. File “S12loadtosmac” untuk radio dan file “S14infloop” untuk menerima perintah secara terus-menerus. Gambar 4.1 adalah contoh bila mengirim perintah “poweroff” untuk mematikan perangkat dan Gambar 4.2 merupakan contoh transmisi.

#!/bin/sh 
insmod /lib/modules/2.6.29.1_r1.1/kernel/arch/arm/mach-pxa/ssp.ko 
insmod /lib/modules/2.6.29.1_r1.1/kernel/drivers/tosmac/tos_mac.ko 
mknod /dev/tosmac c 240 0 
while (true) 
do 
/root/transmit/recv_command 
Done 

Gambar 4.5 Contoh pemberian perintah poweroff.png

Gambar 4.5 Contoh pemberian perintah poweroff

Gambar 4.6 Contoh transmisi.png

Gambar 4.6 Contoh transmisi

4.3.4 Penggunaan Testbed

Untuk melakukan transmisi citra tanpa kompresi dan terkompresi sebagai berikut:

/root/transmit/send_command /root/command/A (transmisi citra raw) 
/root/transmit/recv_file_advance /root/image/[nama citra output].ppm 
/root/transmit/send_command /root/command/B (kompresi rasio 1) 
/root/transmit/recv (tunggu pemberitahuan selesainya kompresi) 
/root/transmit/send_command /root/command/C (transmisi citra rasio 1) 
/root/transmit/recv_file_advance /root/image/[nama citra output].j2k 
/root/transmit/send_command /root/command/D (kompresi rasio 5) 
/root/transmit/recv (tunggu pemberitahuan selesainya kompresi) 
/root/transmit/send_command /root/command/E (transmisi citra rasio 5) 
/root/transmit/recv_file_advance /root/image/[nama citra output].j2k 
/root/transmit/send_command /root/command/F (kompresi rasio 10) 
/root/transmit/recv (tunggu pemberitahuan selesainya kompresi) 
/root/transmit/send_command /root/command/G(transmisi citra rasio 10) 
/root/transmit/recv_file_advance /root/image/[nama citra output].j2k

Pengukuran PSNR menggunakan software ImageMagick. Citra yang dikompresi dengan format .j2k dikembalikan ke format .ppm dengan ukuran file menjadi seperti aslinya. Perintahnya adalah sebagai berikut:

j2k_to_image -i [citra .j2k] -o [nama citra .ppm] 
compare -metric PSNR [citra asli] [citra pembanding] [citra ouput pengukuran]  

Memory dapat dilihat saat aplikasi sedang berjalan dengan perintah:

ps (terlihat nomor proses aplikasi) 
cat /proc/[nomor proses aplikasi]/status  

4.4 Analisis Data

Di bagian ini akan di analisa hasil data penelitian yang berupa konsumsi dari daya listrik, memory, dan waktu pada setiap proses transmisi, serta ditampilkan juga nilai PSNR dari citra yang telah dikirim. Jika diringkas kembali proses transmisi meliputi transmisi citra tanpa kompresi dan yang telah dikompresi berdasarkan standar JPEG2000 dengan software OpenJPEG 1.5.2 rasio 1, 5, dan 10, dilakukan pada jarak 5m, 10m, dan 15m.

4.4.1 Konsumsi Daya Listrik

Secara keseluruhan hasil dari data penelitian menunjukkan bahwa kompresi sangat berpengaruh terhadap transmisi. Untuk mendapatkan detil konsumsi daya listrik penelitian ini melakukan proses transmisi masing-masing pada jarak 5 meter, 10 meter, dan 15 meter.

Gambar 4.7 Konsumsi tegangan listrik 5 meter.PNG

Gambar 4.7 Konsumsi tegangan listrik 5 meter

Gambar 4.7 menunjukkan konsumsi tegangan listrik transmisi pada jarak 5 meter. Konsumsi tegangan menurun secara konstan terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi tegangan listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 17 mV untuk rasio 1, 37 mV dan 44 mV untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi tegangan listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 2 mV untuk rasio 1, 27 mV dan 36 mV untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.8 Konsumsi tegangan listrik 10 meter.PNG

Gambar 4.8 Konsumsi tegangan listrik 10 meter

Gambar 4.8 menunjukkan konsumsi tegangan listrik transmisi pada jarak 10 meter. Konsumsi tegangan menurun secara konstan terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi tegangan listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 18 mV untuk rasio 1, 36 mV dan 45 mV untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi tegangan listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 2 mV untuk rasio 1, 24 mV dan 35 mV untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.9 Konsumsi tegangan listrik 15 meter.PNG

Gambar 4.9 Konsumsi tegangan listrik 15 meter

Gambar 4.9 menunjukkan konsumsi tegangan listrik transmisi pada jarak 15 meter. Konsumsi tegangan menurun secara konstan terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi tegangan listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 17 mV untuk rasio 1, 35 mV dan 45 mV untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi tegangan listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi sama untuk rasio 1, 21 mV dan 34 mV untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.10 Konsumsi arus listrik 5 meter.PNG

Gambar 4.10 Konsumsi arus listrik 5 meter

Gambar 4.10 menunjukkan konsumsi arus listrik transmisi pada jarak 5 meter. Konsumsi arus listrik menurun terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi arus listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 4.2 mA untuk rasio 1, 4.6 mA dan 5.4 mA untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi arus listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 2.8 mA untuk rasio 1, 3.3 mA dan 4.3 mA untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.11 Konsumsi arus listrik 10 meter.PNG

Gambar 4.11 Konsumsi arus listrik 10 meter

Gambar 4.11 menunjukkan konsumsi arus listrik transmisi pada jarak 10 meter. Konsumsi arus listrik menurun terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi arus listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 4.7 mA untuk rasio 1, 4.7 mA dan 5.8 mA untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi arus listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 3.2 mA untuk rasio 1, 3.3 mA dan 4.6 mA untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.12 Konsumsi arus listrik 15 meter.PNG

Gambar 4.12 Konsumsi arus listrik 15 meter

Gambar 4.12 menunjukkan konsumsi arus listrik transmisi pada jarak 15 meter. Konsumsi arus listrik menurun terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi arus listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 4.4 mA untuk rasio 1, 5.2 mA dan 6 mA untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi arus listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 2.7 mA untuk rasio 1, 3.7 mA dan 4.6 mA untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.13 Konsumsi daya listrik 5 meter.PNG

Gambar 4.13 Konsumsi daya listrik 5 meter

Gambar 4.13 menunjukkan konsumsi daya listrik transmisi pada jarak 5 meter. Konsumsi daya menurun secara drastis terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi daya listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 268.4 mW untuk rasio 1, 319.6 mW dan 341 mW untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi arus listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 161.2 mW untuk rasio 1, 265.2 mW dan 312.1 mW untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.14 Konsumsi daya listrik 10 meter.PNG

Gambar 4.14 Konsumsi daya listrik 10 meter

Gambar 4.14 menunjukkan konsumsi daya listrik transmisi pada jarak 10 meter. Konsumsi daya menurun secara drastis terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi daya listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 314 mW untuk rasio 1, 355.4 mW dan 390.4 mW untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi arus listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 193.2 mW untuk rasio 1, 280.2 mW dan 350.8 mW untuk rasio 5 dan rasio 10.

Gambar 4.15 Konsumsi daya listrik 15 meter.PNG

Gambar 4.15 Konsumsi daya listrik 15 meter

Gambar 4.15 menunjukkan konsumsi daya listrik transmisi pada jarak 15 meter. Konsumsi daya menurun secara drastis terhadap rasio kompresi yang diaplikasikan. Selisih konsumsi daya listrik hanya ditransmisi citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 318.4 mW untuk rasio 1, 396 mW dan 432 mW untuk rasio 5 dan rasio 10. Jika dilibatkan konsumsi saat kompresi tetap lebih hemat. Selisih konsumsi arus listrik secara keseluruhan citra tanpa kompresi dengan terkompresi lebih hemat 162 mW untuk rasio 1, 303.9 mW dan 378 mW untuk rasio 5 dan rasio 10.

Dari Gambar 4.7 – Gambar 4.15 dapat disimpulkan segi konsumsi daya listrik dan waktu proses kompresi sangat rendah tetapi dapat dengan signifikan meringankan beban transmisi sehingga sangat dianjurkan untuk digunakan. Dengan mengaplikasikan rasio kompresi yang lebih besar akan menurunkan konsumsi arus dan tegangan listrik saat transmisi otomatis daya listrik yang dikonsumsi lebih rendah. Juga seiring dengan meningkatnya rasio kompresi konsumsi arus dan tegangan listrik mengecil sehingga dipastikan dengan meningkatkan rasio kompresi akan meringankan beban transmisi. Semakin jauh jarak transmisi semakin besar konsumsi daya listrik, tetapi perbedaan antara jarak 5 meter, 10 meter, dan 15 meter tidak signifikan.

4.4.2 Waktu Proses Transmisi

Selain dari konsumsi daya listrik, dari segi waktu juga terlihat drastis pengaruh dari kompresi, tetapi hampir tidak terlihat pengaruh dari segi jarak 5 meter, 10 meter, dan 15 meter. Gambar 4.16 menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk kompresi dan transmisi, sedangkan Gambar 4.17 merupakan waktu yang dibutuhkan secara keseluruhan yang merupakan gabungan dari kompresi dan transmisi.

Gambar 4.16 Konsumsi waktu kompresi dan transmisi.PNG

Gambar 4.16 Konsumsi waktu kompresi dan transmisi

Gambar 4.16 menunjukkan kompresi memerlukan waktu yang singkat dan sangat memperndek waktu yang diperlukan untuk transmisi. Semakin besar rasio kompresi yang diaplikasikan semakin kecil waktu transmisi. Waktu kompresi memerlukan 25 – 30 detik. Waktu transmisi semakin kecil dari citra raw hingga citra yang dikompresi rasio 10 dengan nilai sekitar 10 menit 30 detik, 5 menit, 2 menit, dan 1 menit.

Gambar 4.17 Konsumsi waktu keseluruhan.PNG

Gambar 4.17 Konsumsi waktu keseluruhan

Secara keseluruhan dari segi jarak tidak kelihatan berpengaruh akan tetapi kompresi, yang berperan untuk mempersingkat waktu transmisi. Citra yang terkompresi rasio 10 memerlukan waktu keseluruhan 1 menit 30 detik, rasio 5 2 menit 30 detik, rasio 1 4 menit 30 detik, dan 10 menit untuk citra yang tidak dikompresi.

4.4.3 Kualitas Citra

Setelah dari segi waktu dilihat juga dari segi kualitas citra dengan menggunakan ukuran PSNR.

Gambar 4.18 PSNR citra setelah proses transmisi.PNG

Gambar 4.18 PSNR citra setelah proses transmisi

Gambar 4.18 menunjukkan PSNR citra tanpa kompresi dan dikompresi setelah transmisi pada jarak 5 meter, 10 meter, 15 meter. Rasio 10 baik dari jarak 5 meter, 10 meter, dan 15 meter memiliki PSNR yang sama dengan nilai 40.6536, mirip pula dengan rasio 5 berkisar sekitar nilai 43.8. Pengaruh jarak terlihat di rasio 1 dan tanpa kompresi, untuk rasio 1 nilai PSNR sekitar 35 untuk jarak 5 meter dan 10 meter, dan turun secara signifikan di jarak 15 meter dengan nilai PSNR 24.7041. Pengaruh jarak dapat dilihat di citra tanpa kompresi, untuk rasio 5 dan 10 tidak terlihat pengaruh dari jarak. Pada citra tanpa kompresi nilai PSNR menurun dengan jarak yang semakin jauh, secara berurutan 5 meter, 10 meter, dan 15 meter, adalah 38.8494, 30.4678, 38.3421.

Maka dapat disimpulkan rasio 1 memiliki kualitas yang paling buruk setelah citra tanpa kompresi, sedangkan rasio 10 memiliki kualitas yang menjanjikan, dan rasio 5 menunjukkan kualitas yang paling baik. Dari segi penglihatan citra dengan PSNR dibawah 40 dB kelihatan jelas tidak seperti aslinya. Penyebabnya adalah error transmisi.

4.4.4 Besar File dan Memory

Gambar 4.19 Perbandingan penggunaan maksimal virtual memory.PNG

Gambar 4.19 Perbandingan penggunaan maksimal virtual memory

Gambar 4.19 memperlihatkan maksimal virtual memory yang digunakan, dan paling banyak digunakan pada saat kompresi. Untuk kompresi menggunakan maksimal virtual memory 14548 kB dan pengiriman menggunakan 1256 kB di transmitter, di penerima menggunakan maksimal virtual memory 2336 kB untuk penerimaan.

Gambar 4.20 Besar file citra.PNG

Gambar 4.20 Besar file citra

Gambar 4.20 memperlihatkan besar file citra tanpa kompresi dan terkompresi, besar file mengecil dengan mengaplikasikan rasio yang semakin besar. Besar file untuk citra tanpa kompresi adalah 921.6 kB, rasio 1 429.9 kB, rasio 5 184.2 kB, dan rasio 10 91.7 kB. Dari segi kualitas citra, citra asli dan terkompresi rasio 1 memiliki PSNR yang lebih rendah dari citra lainnya, dan kelihatan dari citra tersebut bahwa terjadi error transmisi. Maka semakin besar ukuran file semakin peka terhadap error.

BAB 5 Penutup

5.1 Simpulan

Dari keseluruhan penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Implementasi codec OpenJPEG pada embedded system Imote2 Linux dilakukan kompilasi dengan arm-xscale-linux-gnu, jpwl diaktifkan dan tiff dinonaktifkan, dan diperlukan dependencies tambahan yaitu lcms2, zlib, dan libpng.
  2. Mekanisme implementasi transmisi citra embedded system Imote2 Linux dibutuhkan program ditulis dalam bahasa C dengan fitur pengiriman file fungsi yang diperlukan antara lain “creat”, “open”, “close”, “read”, dan “write”. Solusi untuk buffer yang terbatas maksimal adalah 28 byte, maka pengiriman bertahap sehingga fungsi looping diimplementasikan. Untuk keperluan testbed dibuat program pengirim perintah dan penerima perintah, dengan program pengirim sebagai pengirim karakter, dan program penerima sebagai penerima karakter ditambahkan fungsi “system” agar karakter tersebut diperlakukan sebagai perintah, kemudian diaktifkan saat startup.
  3. Penelitian ini telah berhasil untuk mentransmisikan citra, transmisi citra emebedded system Imote2 Linux dimana citra dicapture tanpa kompresi menghasilkan ukuran file citra 921,615 kB, pada jarak 5 meter sampai 15 meter mengkonsumsi daya listrik antara 350 mW – 450 mW, memerlukan waktu antara 10 menit – 15 menit, dengan memory untuk setiap transmisi 2000 kB.
  4. Penerapan skema JPEG2000 terhadap citra dalam proses transmisi sangat meringankan beban transmisi dari segi daya listrik, dan waktu transmisi. Transmisi citra dengan jarak 5 meter sampai 15 meter menghasilkan, untuk rasio 1 mengkonsumsi daya listrik 191 mW – 294 mW dengan waktu transmisi sekitar 5 menit, rasio 5 mengkonsumsi daya listrik 87 mW – 152 mW dengan waktu transmisi sekitar 2 menit, dan rasio 10 mengkonsumsi daya listrik 40 mW – 78 mW dengan waktu transmisi 1 menit 30 detik.
  5. Dari segi kualitas citra menunjukkan kinerja baik pada rasio 5 dan rasio 10. Penyebab utama adalah ukuran file, dimana semakin besar ukuran file semakin besar waktu transmisi sehingga memperbesar peluang untuk terjadi bit error transmisi.

5.2 Saran

Dengan berhasilnya mentransmisikan citra pada Imote2 Linux, alat ini dapat digunakan baik untuk keperluan di lapangan maupun penelitian lebih lanjut. Berikut merupakan saran penelitian lanjutan:

  1. Di penelitian ini pengendalian transmisi masih minimal, maka selanjutnya agar dapat dikembangkan sistem transmisi yang menerapkan error dan flow control dari bidang komunikasi data.
  2. Transmisi yang dilakukan sebatas point-to-point (antar perangkat), berikutnya agar diterapkan multi-hop transmission.
  3. Teknis penelitian untuk mengoperasikan Imote2 Linux masih via command-line, dianjurkan untuk dibikinkan pengoperasi versi graphical user interface (GUI) untuk memudahkan penggunaan dan penelitian.
  4. Jarak transmisi di penelitian ini adalah 5 meter, 10 meter, dan 15 meter, jarak masih dapat divariasikan menurut datasheet hingga maksimal 100 meter.
  5. Kompresi citra dapat divariasikan dari fitur-fitur JPEG2000 hingga menerapkan standar kompresi citra lainnya, lebih lanjut ke video.
  6. Multimedia Sensor Board IMB400 juga terdapat sensor suara yang belum disentuh di penelitian ini, jika digabung dengan video maka dapat dikembangkan ke environment monitoring dengan audio-video.
  7. Jika multi-hop dan audio-video dapat diterapkan maka dapat dilanjutkan dengan penelitian berikutnya yaitu distributed audio-video streaming pada embedded system.

Citra

Gambar 1. Citra asli.jpg

Gambar 1. Citra asli

Gambar 2. Citra tanpa kompresi setelah transmisi 5 meter.jpg

Gambar 2. Citra tanpa kompresi setelah transmisi 5 meter

Gambar 3. Citra tanpa kompresi setelah transmisi 10 meter.jpg

Gambar 3. Citra tanpa kompresi setelah transmisi 10 meter

Gambar 4. Citra tanpa kompresi setelah transmisi 15 meter.jpg

Gambar 4. Citra tanpa kompresi setelah transmisi 15 meter

Gambar 5. Citra terkompresi rasio 1 setelah transmisi 5 meter.jpg

Gambar 5. Citra terkompresi rasio 1 setelah transmisi 5 meter

Gambar 6. Citra terkompresi rasio 1 setelah transmisi 10 meter.jpg

Gambar 6. Citra terkompresi rasio 1 setelah transmisi 10 meter

Gambar 7. Citra terkompresi rasio 1 setelah transmisi 15 meter.jpg

Gambar 7. Citra terkompresi rasio 1 setelah transmisi 15 meter

Gambar 8. Citra terkompresi rasio 5 setelah transmisi 5 meter.jpg

Gambar 8. Citra terkompresi rasio 5 setelah transmisi 5 meter

Gambar 9. Citra terkompresi rasio 5 setelah transmisi 10 meter.jpg

Gambar 9. Citra terkompresi rasio 5 setelah transmisi 10 meter

Gambar 10. Citra terkompresi rasio 5 setelah transmisi 15 meter.jpg

Gambar 10. Citra terkompresi rasio 5 setelah transmisi 15 meter

Gambar 11. Citra terkompresi rasio 10 setelah transmisi 5 meter.jpg

Gambar 11. Citra terkompresi rasio 10 setelah transmisi 5 meter

Gambar 12. Citra terkompresi rasio 10 setelah transmisi 10 meter.jpg

Gambar 12. Citra terkompresi rasio 10 setelah transmisi 10 meter

Gambar 13. Citra terkompresi rasio 10 setelah transmisi 15 meter.jpg

Gambar 13. Citra terkompresi rasio 10 setelah transmisi 15 meter

Daftar Pustaka

  • Ahmad, A. 2005. Wireless and Mobile Data Networks. New Jersey : John Wiley & Sons Ltd.
  • Akyildiz, I, F. Vuran, M, C. 2010. Wireless Sensor Networks. Chichester : John Wiley & Sons Ltd.
  • Boliek, M. Christopoulos, C. Majani, Eric. 16 Maret 2000. JPEG 2000 Part I Final Committee Draft Version 1.0. ISO/IEC FCD15444-1 : 2000.
  • Daintree Network, Inc. 2006. Understanding the ZigBee Application Framework. Daintree Networks Inc. http://www.daintree.net/downloads/whitepapers/understanding_application_framework_whitepaper.pdf. Diakses: 27 Januari 2014.
  • Ergen, S, C. 10 September 2004. ZigBee/IEEE 802.15.4 Summary. http://staff.ustc.edu.cn/~ustcsse/papers/SR10.ZigBee.pdf. Diakses: 27 Januari 2014.
  • Garcia-Sanchez, A. Garcia-Sanches, F. Losilla, F. Kulakowski, P. Garcia-Haro, J. Rodriguez, A. Lopez-Bao, J. Palomares, F. 3 Agustus 2010. Wireless Sensor Network Deployment for Monitoring Wildlife Passage. mdpi.com., hal. 7236-7262.
  • Irwin, J, D. 1993. Basic Engineering Circuit Analysis Fourth Edition. New York : Macmillan Publishing Company.
  • Karthikeyan, A. Shankar, T. Srividhya, V. Sarkar, S. Gupte, A. 20 Januari 2013. Energi Efficient Distributed Image Compression Using JPEG2000 in Wireless Sensor Networks (WSNs). Journal of Theorical and Applied Information Technology, vol. 47, no. 2, hal.860-869. http://www.jatit.org. Diakses: 14 Oktober 2013.
  • Kasteleiner, J. 2010. “Principles of applying Embedded Linux on Imote2” (Diploma Thesis). Faculty of Computer Science and Engineering, University of Applied Sciences Frankfurt am Main.
  • Mowafi, M. Awad, F. Taqieddin, E. Banimelhem, O. 25-27 April 2011. Experimental Evaluation of Image Compression and Transmission for TinyOS-Based Imote2 Platform. International Conference on Innovations in Information Technology, Abu Dhabi, hal.173-178. http://ieeexplore.ieee.org/xpl/login.jsp?tp=&arnumber=5893811&url=http%3A%2F%2Fieeexplore.ieee.org%2Fstamp%2Fstamp.jsp%3Ftp%3D%26arnumber%3D5893811. Diakses: 25 September 2013.
  • Mowafi, M. Awad, F. Taqieddin, E. Banimelhem, O. 4 April 2012. A Practical Study of Jointly Exploiting Multiple Image Compression Technique for Wireless Multimedia Sensor Networks. Journal of Communication, vol. 7, no. 4, hal. 309-320. http://www.jocm.us. Diakses: 25 September 2013.
  • Nasri, M. Helali, A. Sghaier, H. Maaref, H. 23-25 Maret 2010. Adaptive image transfer for wireless sensor networks (WSNs). 2010 International Conference on Design & Technology of Integrated Systems in Nanoscale Era, Hammamet, hal. 1-7. http://ieeexplore.ieee.org/xpl/login.jsp?tp=&arnumber=5487597&url=http%3A%2F%2Fieeexplore.ieee.org%2Fxpls%2Fabs_all.jsp%3Farnumber%3D5487597. Diakses: 14 Oktober 2013.
  • Natha, F, S. 2012. "Performasi Platform Imote2 Menggunakan Standar 802.11 pada Jaringan Sensor Nirkabel" (Tugas Akhir), Denpasar : Jurusan Teknik Elektro., Universitas Udayana.
  • Pekhteryev, G. Sahinoglu, Z. Orlik, P. Bhati, G. Mei 2005. Image Transmission over IEEE 802.15.4 and ZigBee Networks. IEEE ISCAS, Kobe. http://www.merl.com/publications/docs/TR2005-030.pdf. Diakses: 27 Maret 2014.
  • Purnama, F. Widyantara, I, M, O. Sastar, N, P. 14-15 November 2013. Implementasi Embedded Linux pada Jaringan Sensor Nirkabel Platform Imote2. Prosiding Conference on Smart-Green Technology in Electrical dan Information Systems, Bali, hal. 91-96. http://ojs.unud.ac.id/index.php/prosidingcsgteis2013/article/download/7259/5508.Diakses: 27 Maret 2014.
  • Shi, Y. Sun, H. 2007. Image and Video Compression for Multimedia Engineering Second Edition. Broken Sound Parkway NW : Taylor & Francis Group, LLC.
  • Shwe, H, Y. Wang, C. Chong, P, H, J. Kumar, A. September 2013. Robust Cubic-Based 3-D Localization for Wireless Sensor Networks. wireless sensor network, vol. 5, no. 9, hal. 169-179. www.scirp.org. Diakses: 12 Oktober 2013
  • Wiasta, I, M. 2012. “Performasi Platform Imote2 pada Jaringan Sensor Nirkabel” (Laporan Tugas Akhir). Denpasar : Jurusan Teknik Elektro, Universitas Udayana.

Mirror

Authors get paid when people like you upvote their post.
If you enjoyed what you read here, create your account today and start earning FREE BLURT!